Header Ads

Loading...

Dikirim Lewat Pos, Dua Karung Tabloid Indonesia Barokah Beredar di Ciamis



[lndonesia.org] - Kepala Kantor Pos wilayah Ciamis Egya Rizky Priangga mengungkapkan pihaknya telah menerima dua karung paket berisi tabloid Indonesia Barokah.

Paket tersebut diterima pekan lalu. Setiap karung isinya adalah map cokelat dengan tujuan alamat penerima.

Menurut Egy sesuai dengan kualitas pelayanan, paket tersebut kemudian dikirim ke alamat penerima. Alamat penerima yang dituju adalah sejumlah pondok pesantren dan masjid yang berada di Ciamis, Jawa Barat.

"Setelah ada kiriman dua karung yang berisi map cokelat, sesuai standar pelayanan perusahaan langsung kami serahkan kiriman tersebut," ujar dia, Rabu (23/01) di Ciamis.

Egya menjelaskan, pada awalnya pihak Kantor Pos tidak mengetahui dua paket karung itu berisi tabloid Indonesia Barokah. Namun, setelah  mendapat komplain dari penerima, dia baru sadar bahwa dua karung paket tersebut berisi tabloid Indonesia Barokah.

Sejumlah penerima, kata Egya, kaget ada kiriman map yang isinya setelah dibuka adalah tabloid Indonesia Barokah. Mereka kemudian komplain dan meminta konfirmasi ke Kantor Pos Ciamis untuk mencari siapa pengirimnya. Sayangnya, nama pengirim tidak tercantum.

"Karena kami tidak boleh membukanya kami pun awalnya tidak ada kecurigaan apapun," ujar dia.

Lebih lanjut Egy menerangkan pihaknya tidak mengetahui jumlah pasti tabloid di dua karung itu. Karena menurut dia, paket datang dalam bentuk layanan porto sehingga tidak tercatat oleh sistem.

"Hanya ada izin portonya diketahui dikirim dari Jakarta Selatan. Berbeda dengan kilat khusus itu ada resi pengirim jadi bisa terlacak. Semua sudah dikirim, tinggal ada beberapa paket saja yang belum dikirim," ujarnya.

Sejumlah pengurus pondok pesantren di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, geger lantaran menerima kiriman paket tabloid Indonesia Barokah. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Daarul Huda, Maleber, Ciamis.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Huda, Maleber, Ciamis, KH Usep Al Ansory menerangkan pihaknya mendapat kiriman tabloid Indonesia Barokah tersebut pada pekan lalu. Ia mendapatkan tabloid itu yang sudah tergeletak di pagar rumahnya.

"Kaget saja tiba-tiba ada kiriman paket map warna cokelat ke sini. Tapi tidak tahu yang kirim. Kan kagetnya itu tidak ada yang pesan," ujar KH Usep saat ditemui sejumlah wartawan di pesantrennya. [kmp]
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.