Header Ads

Loading...

BPN Yakin Hasil Survei Internal Petahana Tak Lebih dari 50 Persen, TKN Tak Menjawab



[lndonesia.org] - Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Pipin Sopian, memaparkan hasil dari sejumlah lembaga survei yang terkait Pilpres 2019.

Hal tersebut tampak dari acara 'Sapa Indonesia Malam' yang ditayangkan KompasTV, Rabu (23/1/2019).

Di acara tersebut, Pipin menyoroti hasil survei Median, yakni, elektabilitas untuk paslon nomor 01 Jokowi-Ma'ruf Amin adalah 47,9 persen, sementara paslon nomor 02 Prabowo-Sandiaga sebesar 38,7 persen.

"Kalau disebutkan hasil survei stagnan, stagnan itu hanya untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf. Sedangkan Prabowo-Sandi naik 3,2 persen," terang Pipin.

Menanggapi itu, Wakil Direktur Saksi Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy, yang juga hadir di program itu menyebutkan tidak perlu membahas hasil survei dari Median.

Namun, Pipin tak menghiraukan pernyataan tersebut dan terus melanjutkan pemaparannya.

"Median, survei kedai kopi, dan survei 2-3 kali yang kami lakukan, tidak pernah Pak Jokowi itu di atas 50 persen," ujar Pipin.

"Makanya kami agak aneh. Makanya Pak Lukman mungkin bisa menjelaskan apakah betul survei internal pak Jokowi di atas 50 persen," imbuhnya.

Pipin meminta Lukman untuk membuka hasil survei internal TKN terkait Jokowi-Ma'ruf karena menurutnya, timses itu justru lebih percaya survei internal dibanding survei dari luar.

"Karena survei dari luar itu bisa jadi ada up dari margin of error atau dari partisan," kata Pipin.

"Itu enggak boleh. Kita hormati dong. Intelektualitas mereka harus kita hormati," Lukman menginterupsi.

Pipin menuturkan tetap menghormati hasil survei yang ada.

Namun, ia mengaku lebih percaya pada hasil survei yang ada di internal.

"Harus dipahami bahwa survei internal adalah kebutuhan kami menyusun strategi. Ini bedanya. Tapi ketika survei ini sudah dipublish, memang di situ sudah ada nuansa underdog," jelas Pipin.

"Jadi ketika survei itu disampaikan Pak Jokowi sudah mencapai angka 50 persen, maka keinginannya memang supaya pemilih melihat bahwa ini calon pemenang, maka semua dimobilisasi di sana," sambungnya.

Tak setuju dengan Pipin, Lukman lantas menjelaskan bahwa kedua timses harusnya memercayai hasil survei dari keseluruhan lembaga survei yang ada, apapun hasilnya.

Pipin lantas melontarkan pertanyaan soal hasil survei internal di kubu Jokowi-Ma'ruf.

"Ini dijawab ya. Survei internalnya pak Jokowi kira-kira berapa? Coba kita fair, saya sudah menyampaikan," ujar Pipin.

"Kalau survei internal itu kan tidak untuk kita publikasikan," jawab Lukman.

"Tuhkan tidak berani menyampaikan. Bagi kami tidak masalah, kami sampaikan tadi 42-48," tegas Pipin.

Mengelak, Lukman menyebutkan bahwa survei internal pihaknya itu digunakan untuk menggiring TKN menuju Jokowi menang 70 persen.

"Jadi kami semakin yakin bahwa surveinya internal TKN sama dengan survei BPN bahwa Pak Jokowi tidak pernah di atas 50 persen," kata Pipin akhirnya. [trb]

Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.