Header Ads

Loading...

Pengobatan Korban Kejahatan Tak Lagi Ditanggung BPJS Kesehatan



[lndonesia.org] Bengkulu - Kantor Cabang BPJS Kesehatan Curup, Provinsi Bengkulu, menyatakan pihaknya saat ini tidak lagi menanggung biaya pengobatan bagi korban kejahatan.

Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018, tentang Jaminan Kesehatan. Demikian disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Curup, yang membawahi empat kabupaten di Bengkulu yakni Rejang Lebong, Kepahiang, Lebong dan Bengkulu Utara, Syafrudin Imam Negara, di Rejang Lebong, Kamis (20/12) dilansir dari Antara.

"Dalam Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2018 ini menyebutkan korban kejahatan seperti korban perampokan maupun korban penganiayaan tidak lagi dicover BPJS Kesehatan," ujarnya.

Tidak ditanggungnya biaya pengobatan korban tindak kejahatan ini, tambah dia, tertuang dalam pasal 52 poin r, dimana menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan yang diakibatkan tindak pidana penganiayaan, kekerasan seksual, terorisme dan tindak pidana perdagangan orang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan yang lainnya, kata dia, adalah korban kekerasan dalam rumah tangga, kemudian gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri seperti upaya bunuh diri hingga akibat melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri seperti offroad, motor cross, olahraga yang rentan terkena cedera seperti sepak bola, tinju, karate dan beberapa jenis olahraga lainnya.

Sementara itu, untuk pengobatan akibat kecelakaan lalu lintas, kata Imam, ditanggung oleh Jasa Raharja, sampai nilai tanggungan maksimal yang mereka berikan.

"Dan jika sudah melebihi biaya tanggungan Jasa Raharja maka selanjutnya akan ditanggung BPJS Kesehatan," katanya. [lnd]
Loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.