Header Ads

Loading...

Hasto Sebut Prabowo Tak Mampu Bereskan Kader Korup Gerindra


[lndonesia.org] Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut Prabowo Subianto tidak mampu membereskan kader-kader Gerindra yang terjerat korupsi. Hal ini ia katakan menanggapi polemik tudingan Prabowo soal korupsi Indonesia stadium empat, hingga pernyataan Ahmad Basarah yang mengatakan Soeharto guru korupsi.

Hasto pun menanggapi pelaporan Ketua DPP Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang atas Ahmad Basarah tersebut.

"Pak Ahmad Basarah [hanya] menyampaikan, merespons apa yang disampaikan Pak Prabowo bahwa kita (korupsi) masuk stadium 4. Sementara Pak Prabowo sendiri enggak mampu membereskan kader-kader yang ada di caleg-caleg Gerindra," ujar Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12) sebelum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dimulai.

Ia pun membandingkan apa yang Prabowo katakan soal ketidakmampuan PDIP memberantas praktik-praktik korupsi. "Kalau bagi PDIP, yang korupsi enggak kami calonkan, kami pecat, kami lakukan pemecatan seketika," kata Hasto.

Hasto menilai caleg di Gerindra banyak yang terlibat korupsi. Sedangkan menurut dia, di PDIP tidak ada. Hal ini kata dia berarti partai Gerindra tidak komitmen pada semangat reformasi.

Untuk itu, kata Hasto, pelaporan Basarah tersebut adalah sebuah momentum untuk pemimpin-pemimpin di masa pemerintahan Soeharto membeberkan dari mana harta kekayaannya didapat termasuk Prabowo.

Sedangkan berkaitan dengan upaya pembelaan Basarah, Hasto mengatakan sudah banyak advokat yang menghubunginya yang siap membela Basarah. Ia juga berpendapat Amien Rais semestinya membela Basarah jika ingin melawan nepotisme.

"Kalau beliau [Amien Rais] mau menggunakan hati nurani dan pikirannya tentu saja akan berpihak pada Pak Ahmad Basarah. Kecuali sudah berubah. Kecuali masih mendukung nepotisme," ucap Hasto.

Terakhir, ia menekankan bahwa upaya memberantas korupsi dan gugatan yang terjadi kepada Basarah ini adalah momen yang penting untuk memastikan pemerintahan yang bersih dengan semangat reformasi. Hal ini, katanya, harus dimulai dari caleg.

Sebelumnya Badaruddin menyatakan akan melaporkan Ahmad atas ucapannya tersebut ke kepolisian. "Berkarya akan bawa ke ranah hukum," kata Badar kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Rabu (28/11).

Basarah menyebut Presiden ke-2 RI Soeharto adalah guru korupsi yang ada di Indonesia. Partai Berkarya yang diketuai Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto tidak terima dengan pernyataan itu.

Hal tersebut ia katakan sebagai respons terhadap ucapan calon Prabowo yang menyatakan bahwa korupsi di Indonesia saat ini sudah masuk kategori darurat korupsi bak kanker stadium empat. Selain pihaknya, Badar mengatakan keluarga Soeharto juga kemungkinan akan menempuh jalur hukum seperti yang dilakukan partainya. [cnn]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.