Header Ads

Loading...

Senjata Api Pembunuhan Dipicu Postingan Capres Didapat Dari Mana?


[lndonesia.org] Surabaya - Idris membunuh Subaidi (40), anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sampang, menggunakan pistol rakitan. Dari mana pria 30 tahun itu mendapatkan pistolnya?

Berdasarkan pengakuan pelaku, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan Idris mendapat pistol tersebut dari temannya. Namun, teman Idris yang bernama Suli tersebut saat ini sedang bekerja di Malaysia.

"Dari lelaki yg ada di Sampang, yang saat ini yang bersangkutan bekerja di Malaysia," ujar Barung dikutip dari detikcom, Selasa (27/11/2018).

Saat ditanya darimana Suli mendapatkan senjata rakitan tersebut, Barung mengatakan Idris mengaku Suli mendapat pistol itu dari Malaysia. Ditambahkan Barung, Suli mendapat pistol saat terjadi konflik di Malaysia.

"Namanya Suli. Suli sendiri menurut pengakuan Idris mendapat pistol saat terjadi konflik di Malaysia," pungkas Barung.

Polisi mengamankan Idris lantaran melakukan penembakan pada Subaidi, anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Sampang yang mengakibatkan Subaidi tewas. Penembakan ini terjadi pada Rabu (21/11) pukul 13.00 WIB, di Desa Sokobanah Laok, Sokobanah, Sampang.

Diduga, ada motif sakit hati lantaran status facebook yang melatarbelakangi pelaku melancarkan aksinya.

Setop! Politik Medsos Makan Nyawa di Madura

Polisi menduga Idris merencanakan pembunuhan tersebut. Polisi menduga Idris melakukan persiapan, yakni membawa senjata api dan mencegat korban. Berarti ada tenggang waktu yang disiapkan pelaku.

"Ini adalah masalah yang sudah jelas, adakah pembunuhan berencana? Karena ada persiapan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban itu, yaitu dengan mempersiapkan senjata api rakitan dengan pelurunya itu, dengan melakukan pencegatan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi detikcom, Selasa (27/11).

Terkait kasus ini, timses dari kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengimbau para pendukung agar tak mudah terprovokasi.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengajak para pendukung Jokowi-Ma'ruf mengisi masa kampanye dengan kegiatan menggembirakan, substantif, dan bersifat positif.

"Kepada para pendukung capres nomor 01, kami mengajak selalu waspada atas provokasi dan intimidasi," ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate, lewat pesan singkat, Selasa (27/11/2018).

Hal senada disampaikan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. Andre berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh pihak tanpa kecuali untuk berhenti melakukan provokasi.

"Ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa harus mengakhiri dan mengurangi diksi yang menghina pribadi dan memprovokasi alias jadi 'kompor'," kata Andre kepada wartawan, Selasa (27/11/2018). [dtk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.