Header Ads

Heboh Pria Berseragam Banser jadi Komandan Upacara TNI - Polri, Pemkab Cianjur Minta Maaf


[lndonesia.org] - Mendapat sorotan warganet tentang penggunaan seragam Ormas Banser oleh perwakilan Ormas KNPI Dede Badri yang menjadi Komandan Upacara, Pemkab Cianjur didampingi TNI - Polri membuat press release permintaan maafnya kepada masyarakat.

Menurut Pemkab Cianjur melalui rekaman videonya, kesalahan tersebut murni bukan faktor kesengajaan. Hal ini dikarenakan panitia yang terlibat kurang memahami tata cara upacara yang melibatkan instansi TNI - Polri sehingga dipilihlah perwakilan dari Ormas KNPI sebagai komandaan upacara pada perayaan Sumpah Pemuda dengan berpakaian Banser, Senin (29/10).
.
Alasan panitia tidak berkoordinasi dengan instansi TNI - Polri karena statusnya sebagai tamu undangan, sedangkan mekanisme upacara yang digunakan adalah tata upacara sipil (TUS). Pihak panitia dalam penyampaiannya juga mengatakan tidak ada niatan tertentu apalagi jika dikaitkan dengan istilah politik praktis.

Dengan adanya press release ini diharapkan masyarakat tidak menjadikannya polemik berlarut-larut dan permasalahan dianggap selesai.

Beredarnya informasi ini mendapatkan berbagai tanggapan dari warganet:

iputuputraaryanta: Kampr*t ni orang banser setara dengan hansip masak tni polri hormat ke dia...makin kacau saja ini indonesia..

fyan_ilbas73: Kalau dari KNPI sebagai Pemimpin Upacara... knp jg pakai Loreng Banser ?, kan harusnya pakai Jas KNPI yg warna biru 😉

lukman.assanad: Banser lagi banser lagi, bubarin aja dah tuh ormas





Mendapat sorotan warganet tentang penggunaan seragam Ormas Banser oleh perwakilan Ormas KNPI Dede Badri yang menjadi Komandan Upacara, Pemkab Cianjur didampingi TNI - Polri membuat press release permintaan maafnya kepada masyarakat. Menurut Pemkab Cianjur melalui rekaman videonya, kesalahan tersebut murni bukan faktor kesengajaan. Hal ini dikarenakan panitia yang terlibat kurang memahami tata cara upacara yang melibatkan instansi TNI - Polri sehingga dipilihlah perwakilan dari Ormas KNPI sebagai Danup pada perayaan Sumpah Pemuda dengan berpakaian Banser, Senin (29/10). . Alasan panitia tidak berkoordinasi dengan instansi TNI - Polri karena statusnya sebagai tamu undangan, sedangkan mekanisme upacara yang digunakan adalah tata upacara sipil (TUS). Pihak panitia dalam penyampaiannya juga mengatakan tidak ada niatan tertentu apalagi jika dikaitkan dengan istilah politik praktis. Dengan adanya press release ini diharapkan masyarakat tidak menjadikannya polemik berlarut-larut dan permasalahan dianggap selesai.(@teropong.militer)
A post shared by Teropong Militer (@teropong.militer) on
[gel]

Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.