Header Ads

Loading...

Tukang Becak Teluk Gong: Era Anies Baswedan Tak Kucing-Kucingan


[lndonesia.org] Jakarta - Penarik becak di kawasan Teluk Gong, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku lebih tenang mencari rezeki sejak tujuh bulan terakhir. “Terutama setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanmelegalkan becak kembali beroperasi,” kata Sriyono, 51 tahun, di di Shelter Becak Terpadu Jalan K, Telul Gong, Pejagalan, Rabu, 10 Oktober 2018.

"Kalau pas Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) Gubernur, saya was-was terus. Sebab becak dilarang keras beroperasi," ujar Sriyono. Selama 20 tahun bekerja sebagai pengayuh becak, Sriyono mentaku sudah dua kali dirazia dan becaknya dirampas petugas Satuan Polisi Pamong Praja era Ahok.

Penyebabnya, dianggap tidak mematuhi larangan pemerintah yang mengharamkan becak beroperasi di Jakarta. Meski begitu, ayah dua anak itu tidak kapok menarik becak. "Saya beli lagi becak. Sebab, itu mata pencarian saya satu-satunya," ujar Sriyono.

"Pas Pak Anies Baswedan jadi gubernur, sekarang lebih tenang, tidak kucing-kucingan lagi sama petugas," ucap Sriyono

Sriyono mengatakan, para penarik becak, meski telah diperbolehkan beroperasi di sejumlah titik, tetapi sekarang makin sulit bersaing dengan ojek online. Ditambah lagi dengan kebijakan penarik becak hanya boleh mangkal di dalam gang yang dipasang plang “Shelter Becak Terpadu”.

Shelter tersebut telah didirikan sejak tiga bulan lalu di tempatnya biasa memangkalkan becaknya. "Kalau tidak patuh akan dikandangkan, walau resmi terdaftar. Kalau mau tunggu penumpang ya di shelter ini," ujar Sriyono.

Rasmani, 46 tahun, teman seprofesi Sriyono, mengatakan hal serupa. Kepemimpinan Anies Baswedan membawa angin segar bagi penarik becak kembali beroperasi. "Di era Ahok lima kali becak saya diambil. Ini becak keenam saya," ujar pria yang telah 17 tahun menarik becak. "Trauma saya pas di zaman Ahok," ujar Rasmani. [tempo
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.