Header Ads

Sepak Terjang Bupati Malang: Politisi Ulung NasDem yang Dijerat KPK


[lndonesia.org] Malang - Rendra Kresna baru 3 tahun menjabat sebagai Bupati Malang untuk kedua kalinya. Rendra Kresna kini terjerat KPK. Lembaga anti rasuah menganggap Rendra menerima gratifikasi dari pemborong untuk dana alokasi khusus (DAK) tahun 2011.

Rendra mengaku sudah ditetapkan tersangka saat ruang kerjanya digeledah, Senin (8/10) malam. Terhitung Rendra menduduki kursi bupati selama 8 tahun. Itu setelah terpilih kedua kalinya sebagai Bupati Malang periode 2016-2021 bersama wakilnya Sanusi.

Dilansir dari detikcom, Rabu (10/10/2018), pada Pilkada serentak 2015 itu, Rendra sebagai calon incumbent maju berpasangan dengan Sanusi seorang mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang dari PKB. Tidak tanggung-tanggung, Rendra mendapat dukungan dari 9 partai politik. Yakni NasDem, PKB, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, PKS, dan Partai Golkar serta Hanura.

Sebelumnya, Rendra berpindah partai dan melepas jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang. Pria kelahiran Pamekasan 22 Maret 1962 ini meloncat ke Partai NasDem dan 14 Agustus 2016 dilantik sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur oleh Surya Paloh.

Dalam Pilbup Malang periode 2010-2015, Rendra yang berpasangan dengan Ahmad Subhan sukses meraih suara terbanyak 672.511 suara atau 62,04 persen dari total suara sah sebanyak 1.083.959 di Pilbup 2010.

Rendra sendiri mengawali karir politiknya sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang sejak 1997 dari Partai Golkar. Karirnya cepat merangkat naik pasca dipinang Sujud Pribadi untuk maju di Pilbup Malang periode 2005-2010, sukses meraih suara terbanyak membawanya duduk sebagai Wakil Bupati Malang selama satu periode.

Bukan saja di dunia politik, Rendra juga dikenal di kalangan pecinta sepakbola Tanah Air. Ketika dia menjabat sebagai Presiden Kehormatan Arema klub sepakbola di Malang sekaligus Bendahara Yayasan Arema. Pada jenjang pendidikan, Rendra mampu menyelesaikan program doktor di Universitas Merdeka (Unmer) Malang. Gelar itu didapatkan setelah mengangkat tradisi Petekan di kalangan masyarakat Tengger, Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang. Rendra lulus dengan nilai cumlude.

Di tengah mengemban amanah masuk dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin untul wilayah Jawa Timur, Rendra didaulat sebagai wakil ketua karena posisi sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur terpaksa harus mundur.

Keputusan itu dibuat, setelah KPK menggeledah ruang kerjanya dan menetapkan dirinya sebagai tersangka penerima gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011.

Dari pernikahannya dengan Jajuk, Rendra dikaruniai dua orang anak, yakni Kresna Dewanata Phrosakh duduk sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 dan Caleg DPR RI dari Partai NasDem untuk Dapil Malang Raya dan satu anak perempuannya Kresna Tillotama Phrosakh. Jajuk juga diketahui maju di Pileg 2019 untuk DPRD Provinsi Jawa Timur untuk daerah pilihan Malang Raya. [dtk]
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.