Header Ads

Loading...

Meski Indonesia Berduka, Pertemuan IMF-World Bank 2018 akan Tetap Digelar di Bali


[lndonesia.org] - Gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat lalu (28/9/2018) dianggap membuat konsentrasi pemerintah sebagai tuan rumah pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali terpecah. Desakan untuk membatalkan agenda itu pun mencuat, salah satunya diungkapkan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. 

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan agar pemerintah lebih baik fokus pada penanggulangan bencana di Palu dan sekitarnya. Apalagi, puluhan ribu korban yang menjadi korban gempa dan tsunami masih dalam kondisi memprihatinkan. 

“Batalkan saja pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali. Utamakan urus Palu dan Donggala. Alihkan dananya yang Rp1 triliun untuk korban, termasuk di NTB,” kata Fadli dilansir akun Twitter resminya @kabarFZ, pada 29 September 2018. 

Menanggapi desakan itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pertemuan IMF di Bali tak akan menjadi penghambat bagi proses rehabilitasi di Palu. Ia bahkan menyebut bila agenda IMF bisa menjadi ajang untuk mencari bantuan internasional serta bertukar pengalaman soal mitigasi bencana. 

“Kan enggak hanya Indonesia yang bermasalah, Chili sampai 9,5 SR (gempanya). Jadi jangan pikir Indonesia saja, jadi saya pikir Indonesia bisa jadi leader untuk mengedepankan ini [mitigasi bencana], karena belum pernah dibicarakan ini,” kata Luhut, Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Luhut memastikan pertemuan tahunan IMF di Bali tetap digelar meskipun Indonesia sedang berduka usai gempa dan tsunami yang terjadi di Sulteng.

Selain itu, Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengeluarkan biaya cukup besar dari sisi persiapan. Lagi pula, kata dia, pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan terburuk pertemuan International Monetry Fund (IMF) dan World Bank yang digelar pada 8 hingga 14 Oktober 2018. 

Misalnya, bila gempa terjadi di Bali atau Bandara Internasional Ngurah Rai harus ditutup karena erupsi Gunung Agung, kata Luhut, pihaknya pun sudah mengantisipasinya. “Kami sekarang semakin dalami gempa Indonesia seperti sarapan pagi. Karena kita ring of fire tadi, jadi enggak perlu kecil hati, kita sudah ditakdirkan hidup di sini,” kata Luhut. [tirto]
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.