Header Ads

Loading...

Dewan Pers: Kemenkominfo Bisa Tutup IndonsiaLeaks


[lndonesia.org] JAKARTA - Ketua Dewan Pers, Yosef Adi Prasetyo menegaskan, bahwa situs IndonesiaLeaks bukanlah produk jurnalistik. Sehingga bagi pihak yang merasa dirugikan, bisa melaporkannya ke pihak kepolisian dan seterusnya dapat meminta Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) menutup situs tersebut.

Demikian dikatakan Yosef saat menerima perwakilan Masyarakat Anti Hoax (Moax) yang berunjuk rasa di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

"Kami segera memanggil pengelola IndonesiaLeaks untuk dimintai keterangannya," kata Yosef.

Sementara, Rizal, perwakilan massa pengunjuk rasa mengatakan, bahwa munculnya situs IndonesiaLeaks, yang menyebut sebagai sebuah portal investigasi telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Indonesia.

Menurutnya, tanpa data yang akurat, situs ini telah melakukan fitnah dan menyebarkan kabar bohong alias hoaks tentang aparatur negara dan masyarakat Indonesia tanpa didukung bukti-bukti yang kuat.

Rizal menegaskan, jika Dewan Pers tidak segera mengambil sikap tegas atas situs IndonesiaLeaks bisa menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat, bukan tidak mungkin pihak-pihak yang dirugikan oleh situs tersebut akan melakukan langkah hukum dan langkah di luar hukum.

Menurut Rizal, hal ini berbahaya bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia. Apalagi saat ini Indonesia berada pada tahun politik.

Karena Dewan Pers adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang berfungsi untuk mengembangkan dan melindungi kehidupan pers di Indonesia dengan dasar hukum yaitu Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

IndonesiaLeaks bukanlah produk jurnalistik. Karena sesungguhnya jurnalistik menunjuk pada proses kegiatan, mengumpulkan, mengolah, mengambil dan memasukkan berita melalui surat kabar, tabloid, dan majalah untuk luas-luas dengan secepat-cepatnya,” kata Rizal.

Dalam unjuk rasa tersebut, Moax menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain;

1. IndonesiaLeaks bukan produk jurnalistik

2. IndonesiaLeaks bukan perusahaan pers

3. IndonesiaLeaks adalah sebuah situs abal-abal dan penyebar hoaks

4. Dewan Pers meminta Kementerian Kominfo menutup/memblokir situs IndonesiaLeaks

5. Dewan Pers meminta aparat penegak hukum menindak pengelola IndonesiaLeaks. [tsc]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.