Header Ads

Beban Meningkat, PLN Merugi Sampai Rp 18,5 Triliun Akhir September 2018


[lndonesia.org] JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih mencatatkan kerugian pada kuartal ketiga 2018.

Dalam laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/10), rugi bersih PLN sebesar Rp 18,50 triliun di akhir September 2018, sementara di periode tahun sebelumnya PLN masih memiliki laba Rp 3,04 triliun.

Kerugian ini lantaran meningkatnya beban usaha yang ditanggung oleh perusahaan. Beban usaha PLN melonjak menjadi Rp 224 triliun atau naik 11,82% ketimbang tahun sebelumnya sebesar Rp 200,31 triliun.

Beban usaha PLN untuk bahan bakar dan pelumas meningkat 19,45% menjadi Rp 101,87 triliun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 85,28 triliun. Begitu juga untuk beban pembelian tenaga listrik yang meningkat 13,50% menjadi Rp 60,61 triliun, pada tahun sebelumnya sebesar Rp 53,40 triliun.

Selanjutnya beban pemeliharaan juga melonjak 15,10% ketimbang tahun sebelumnya menjadi Rp 15,01 triliun.

Kemudian beban penyusutan juga meningkat 6% menjadi Rp 22,80 triliun, pada kuartal 3 2017 beban penyusutan sebesar Rp 21,42 triliun. Membengkaknya rugi bersih juga lantaran adanya kenaikan rugi kurs sebesar Rp 17,32 triliun.

Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan hanya menorehkan rugi kurs sebesar Rp 2,22 triliun.

Meski begitu, selama kuartal 3 2018 perusahaan menorehkan pendapatan dari penjualan tenaga listrik mencapai Rp 194,40 triliun atau naik 6,92% ketimbang pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 181,81 triliun.

Tak hanya itu, pendapatan dari penyambungan listrik ke pelanggan juga mencapai Rp 5,21 triliun naik 4,40% dari pendapatan penyambungan listrik ke pelanggan kuartal III-2017 sebesar Rp 4,99 triliun. [kontan]
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.