Header Ads

Loading...

AHY Terpental, Demokrat 'Ngamuk' Bakal Tinggalkan Poros Gerindra


[lndonesia.org] - JAKARTA - Partai Demokrat akan meninggalkan poros Gerindra dalam Pemilu Presiden 2019. Hal tersebut diutarakan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief saat dihubungi, Rabu malam, (8/8/2018).

"Besar kemungkinan kami akan tinggallkan koalisi kardus ini. Lebih baik kami konsentrasi pada pencalegan ketimbang masuk lumpur politik PAN, PKS, dan Gerindra," ujar Andi Arief.

Keluarnya Demokrat disebut sebut karena Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) terpental dari bursa Calon Wakil Presiden Prabowo.

Terpentalnya AHY, terlebih dikabarkan karena Wakil gubernur Jakarta Sandiaga Uno memberikan mahar kepada PAN dan PKS masing-masing Rp 500 miliar.

"Bahwa di luar dugaan kami ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres. benar-benar jenderal di luar dugaan," katanya.

Menurut Andi, dengan sikap Prabowo dalam menentukan cawapresnya tersebut, Demokrat merasa tidak cocok. Menetukan calon pemimpin melalui uang menurutnya bukan merupakan kultur Demokrat.

"Ini bukan DNA Kami," pungkasnya.

Sebelumnya dalam pertemuan ke dua antara Prabowo dan SBY pada 30 Juli lalu, Demokrat dan Gerindra sepakat menjalin koalisi. Bahkan usai pertemuan keduanya itu, SBY sepkat mengusung Prabowo sebagai Capres 2019.

"Kami datang dengan satu pengertian, Pak Prabowo adalah calon presiden kita," kata SBY usai pertemuan di Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jakarta, Senin (30/7/2018). [trb]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.