Header Ads

Pemerintah Akan Utang Lagi Tutupi Defisit APBN 2019


[lndonesia.org] - Pemerintah mengungkapkan bahwa desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di 2019 masih defisit. Dengan begitu, kebijakan utang akan tetap menjadi konsekuensi menutup kekurangan tersebut.

“Pada 2019, APBN masih akan kami desain sebagai APBN yang sifatnya ekspansif, artinya pengeluaran akan masih lebih tinggi dari penerimaan. Oleh karena itu ada defisit,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara saat rapat panja pemerintah dengan Banggar DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (3/8/2018)

Meski masih defisit, Suahasil mengatakan angka defisit pada 2019 dipastikan lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia bilang, defisit anggaran pada tahun depan 1,6-1,9% terhadap PDB.

“Defisitnya akan kami turunkan, defisit 2015 2,59% dari PDB, 2016 2,49%, 2017 masih 2,51%, 2018 ini sepertinya defisitnya 2,19%, dan tahun depan kami akan teruskan sehingga defisit di RAPBN 2019 1,6-1,9% dari PDB,” tambah dia.

Suahasil menegaskan, dengan angka defisit anggaran sebesar 1,6-1,9% terhadap PDB. Maka pemerintah tetap menjaga rasio utang di bawah 30% dari PDB.

“Kita akan di sekitar 29% dari PDB, ini agar primary balance kita positif, kalau positif, kita punya uang lebih setelah membayar pembiayaan operasional. Ini terkait defisit,” jelas dia.

Terkait dengan strategi pembiayaan di tahun depan, Suahasil mengungkapkan masih mendorong pembiayaan yang sifatnya kreatif, inovatif agar pembangunan infrastruktur bisa diteruskan dan memperluas akses kepada UMKM, serta pembiayaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Untuk pembiayaan ini kami tetap akan melihat, memanfaatkan pembiayaan untuk produktif, jaga keseimbangan makro, tetap kita penuhi seluruh kewajiban negara dalam organisasi lembaga internasional, namun kami akan perkuat peranan sovereign wealth fund yang saat ini ada LPDP,” tutup dia. [ptc]
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.