Header Ads

Loading...

TERUNGKAP! Pengusul Iriawan Sebagai Pj Gubernur Jabar adalah Jokowi, Mendagri: Terserah Presiden!


[lndonesia.org] BANDUNG - Teka-teki siapa pengusul Komisari Jendral Polisi M. Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan, terjawab saat pelantikan Iriawan yang dilakukan hari ini, Senin (18/6) di Gedung Merdeka, Bandung.

Walau sebelumnya, pemerintah lewat Menkopohukan, Wiranto pada 23 Februari 2018 lalu telah menegaskan membatalkan wacana untuk mengangkat PJ Gubernur dari Jendral TNI/Polri. Namun faktanya hari ini, Mendagri Tjahjo Kumolo tetap melantik Komjen Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat.

Tjahjo mengungkapkan bahwa yang memilih Iriawan adalah Presiden Jokowi, setelah sebelumnya ia sempat menyodorkan nama Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo kepada Presiden sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat.

“Presiden Jokowi memilih Iriawan, ya nggak apa-apa. Itu kan terserah Presiden,” ungkap Tjahjo usai melantik Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/6).

Dijelaskan juga oleh Tjahjo, bahwa Kemendagri sudah berusaha mengusulkan sesuai aspriasi publik. Terutama terkait permintaan Menkopolhukam yang meminta agar usulan Pj Gubernur dari unsur TNI/Polri aktif, ditiadakan.

Namun, lanjut Tjahjo, keputusan akhir berada di tangan Presiden Jokowi.

“Walaupun Mendagri usulkan sesuai aturan yang diyakini oleh Mendagri. Ya sudah. Akhirnya dengan Pak Iriawan, sudah dimutasikan dari pejabat aktif Polri ke Lemhannas,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Mendagri juga menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak meminta khusus Iwan Bule dengan menolak usulan Kemendagri. “Tidak ada. Pak Hadi di daerah lain nanti,” tegas politisi PDIP ini.

Meski mendapat reaksi penolakan yang luas dari publik, Tjahjo menegaskan bahwa keputusan Presiden memilih M. Iriawan sudah sesuai undang-undang. Pelantikan yang dilakukan pun, lanjut dia, sudah sesuai undang-undang. Itulah yang ia pegang selama ini.

“Saya tidak akan mungkin sebagai Mendagri membuat kebijakan melantik seseorang tanpa dasar hukum. Kalau saya melanggar, saya bisa dipecat Pak Presiden,” tutupnya. [seruji]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.