Header Ads

OTT Bupati Purbalingga, Politikus PDIP Minta KPK Istirahat Tangkap Koruptor


[lndonesia.org] Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah. Kali ini KPK dikabarkan menciduk Bupati Purbalingga yang juga merupakan kader PDIP, Tasdi.

“Ada tim yang ditugaskan di Purbalingga, ada kepala daerah, pejabat daerah dan swasta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (4/6).

Pihak-pihak yang ditangkap tim penindakan KPK dalam operasi senyap kali ini berjumlah enam orang. Empat orang dicokok di Purbalingga dan dua orang di Jakarta.

OTT terhadap Bupati yang juga sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Purbalingga itu disinyalir terkait dengan proyek pembangunan. Uang tersebut diduga bagian komitmen fee untuk Tasdi sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya.

Sementara itu, anggota DPR RI dari PDIP, Arteria Dahlan meminta KPK untuk beristirahat menangkap koruptor. Terlebih menurutnya menangkap para calon kepala daerah sebagai tersangka dalam kasus korupsi.

“Jangan sampai indeks demokrasi turun, karena ada aksi ini (penangkapan calon kepala daerah),” kata Arteria Dahlan dalam sebuah diskusi, Senin (4/6).

Arteria juga menambahkan,  bahwa aksi KPK dalam menangkap calon kepala daerah sebagai tersangka korupsi mengakibatkan potensi konflik di daerah.

“Jangan sampai KPK dianggap biang kekalahan. Karena parpol itu semua jagoan, dan kami gak mau menumpahkan kesalahannya. Ini hati-hati. Apa salahnya sih ditunda? Setelah selesai, silahkan dilanjutkan,” kata Arteria, Senin (4/6).

Namun tudingan Arteria terhadap KPK terkait turunnya Indeks demokrasi dibantah oleh Koodinator Divisi Korupsi Indonesian Coruption Watch (ICW) Donal Fariz.

“Turunnya indeks demokrasi karena tiga aspek. Pertama, kebebasan sipil yang turun. Kedua, hak-hak politik yang turun. Ketiga, lembaga demokrasi yang turun,” kata Donal Fariz. [ptc]


loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.