Header Ads

GEMPAR! SBY Sebut Pj Gubernur Jabar Geledah Rumah Dinas Deddy Mizwar


[lndonesia.org] - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat Polri dan TNI untuk bersikap netral di Pilgub Jawa Barat 2018. SBY mengungkapkan tidak ingin kejadian tidak menyenangkan yang sempat terjadi di Pilgub DKI Jakarta 2017 terjadi lagi.

Dilansir dari Kumparan, SBY menyayangkan penggeledahan rumah dinas mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, yang dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat. Ia heran mengapa hanya rumah calon yang diusungnya saja yang digeledah, sementara rumah calon pasangan yang lain tidak digeledah.

"Di Jawa Barat yang baru saja saya dengar apa harus rumah dinas mantan wakil gubernur harus digeledah, diperiksa, pimpinan penjabat gubernur, kalau tidak salah sekarang merembet ke tempatnya calon wakil gubernur." ujarnya heran.

"Oleh karena itu, demi jujur dan adilnya pilkada serentak ini, saya mohon dengan segala kerendahan hati netrallah negara, netrallah BIN, Polri, dan TNI," tegasnya.

SBY pun berharap agar masyarakat berani menolak semua tindak kecurangan, khususnya ketidaknetralan.

"Biarlah rakyat menggunakan kedaulatannya memilih siapa yang diyakini untuk memimpin," pungkasnya.

Sementara saat dikonfirmasi, Deddy Mizwar membenarkan penggeledahan itu. Penggeledahan itu dilakukan 4 bulan yang lalu saat dia memutuskan maju sebagai Cagub Jabar dan kemudian rumah dinas Deddy kembali diperiksa beberapa hari yang lalu.

"Saya kira biasa-biasa saja, enggak ada masalah. Enggak harus begitulah, udah lama, 4 bulan yang lalu. Bentuk kehati-hatian sih boleh, apresiasi. Tapi jangan jadi paranoid karena rumah juga enggak akan bisa memenangkan apa-apa," ujar Demiz. [lo/kmp]
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.