Header Ads

Bahaya Kalau Megawati Terus-terusan Ketum PDIP


[lndonesia.org] Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tidak mampu lagi mendongkrak suara bagi kadernya yang maju di pilkada.

Misalnya di Pilgub Jatim dan Jabar, PDIP tetap kalah meski Megawati ikut mengkampanyekan Tb Hasanuddin dan Puti Guntur Soekarno.

Direktur Pusat Studi Sosial Politik Indonesia UNJ Ubedilah Badrun mengatakan, PDIP memang masih membutuhkan sosok yang merupakan trah Bung Karno.

Namun secara sosiologis, Megawati harus memperhatikan saat ini rakyat sudah mulai menginginkan munculnya tokoh baru sebagai pemimpin parpol.

"Ada regenerasi lah di PDIP. Kan berbahaya juga kalau partai jadi dinasti dan oligarki. Saya khawatir kalau partai-partai itu menjadi oligarki. Ini terjadi di PDIP, kemudian terjadi di Partai Demokrat, itu adalah dua partai yang simboliknya adalah tokoh besar yang hampir sulit ditandingi oleh semua orang di dalam partai itu," ujar Ubedilah di Jakarta, Sabtu (30/6).

Parpol yang selama ini menjalankan politik dinasti harus mulai merubah pola pikir untuk menjadi partai modern dengan melakukan regenerasi, agar nantinya yang menjadi pemimpin tidak hanya orang-orang yang dari keturunan tertentu.

Ditegaskannya, kekalahan politik dinasti di berbagai daerah juga menjadi kritik keras bagi parpol yang juga menerapkan pola yang sama untuk memilih pemimpin mereka.

"Saya kira itu sebagai kritik bahwa masyarakat semakin cerdas dan tidak suka dengan orang-orang yang terlalu berambisius untuk berkuasa tapi tidak dibarengi oleh kapasitas. Saya kira itu kritik publik terhadap partai politik, termasuk pada PDIP," tutup Ubedilah. [rmol]
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.