Header Ads

Loading...

Tidak Ingin Jadi Polemik, Polisi Kembalikan Alquran Terduga Teroris di Probolinggo


[lndonesia.org] PROBOLINGGO – Kapolres Probolinggo Kota AKBP Afian Nurrizal mengatakan pihaknya mengembalikan sebuah Alquran yang ditemukan dalam tas milik terduga teroris ALH kepada istrinya, NP.

“Kami kembalikan kepada istri terduga agar tidak menjadi polemik di masyarakat,” ujar dia, di Probolinggo, Selasa (22/5).

Sebelumnya ALH ditangkap Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri seusai pulang kerja di salah satu perusahaan di jalan Brantas, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Senin (21/5) malam.

“Dia kami amankan saat pulang kerja tanpa ada perlawanan. Dia merupakan jaringan Sumber Taman yang sebelumnya telah diamankan oleh Densus 88,” tuturnya.

ALH merupakan orang kelima yang diamankan oleh Densus 88/AT yang diduga terlibat bom di Surabaya dan Sidoarjo.

Sebelumnya Polri mendapatkan petisi untuk tidak menjadikan Alquran sebagai alat bukti terorisme.

Petisi itu ada di laman ‘Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan’ di situs www.change.org. Dalam laman situs, diketahui petisi ini dibuat pada Kamis (17/5) lalu.

Anggota Komisi III F-NasDem Teuku Taufiqulhadi mendukung petisi ini. Dia meminta Polri untuk mengikuti permintaan petisi ini.

“Kalau barang bukti dengan persoalan Alquran itu sesuatu yang berbeda. Itu harus kita ingat, sesuatu yang berbeda. Artinya itu adalah misalnya untuk barang bukti kita mengatakan bahwa orang ini jadi teroris karena membaca Quran itu tidak boleh,” kata dia, Jumat (18/5).

Majelis ulama meyakini Polri tidak akan menggunakan Alquran sebagai alat bukti.

"Saya kira tidak mungkin Polri menjadikan Alquran itu sebagai barang bukti terorisme. Mungkin buku-buku yang ditemukan penyidik ada ayat-ayat Alquran yang dibajak oleh pelaku teror, memang dijadikan barang bukti perkara," tutur Ketua Komisi Hukum MUI HM Baharun.

Seandainya ada mungkin itu kekeliruan di lapangan, lanjut Baharun, dia meyakini itu terjadi bukan karena proses penyidikan. [lo/ptc]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.