Header Ads

Luar Biasa! #2019GantiPresiden Kembalikan Fungsi CFD Bebas dari Politik


[lndonesia.org] JAKARTA - Aksi #2019GantiPresiden memang fenomenal sehingga membuat pemerintah "menyerah" dan akhirnya menindak setiap kegiatan berbau politik di area Car Free Day (CFD).

Pelarangan kegiatan politik di area car free day tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang menyatakan area car free day harus bebas kegiatan politik.

Pergub itu sudah ada sejak 2016, tapi kenapa baru sekarang di tindak lanjuti? apakah sebelumnya tidak ada kegiatan politik? Itulah dahsyat nya fenomenal #2019GantiPresiden. Jika pemerintah tidak tegas maka gerakan itu tidak akan terbendung lagi.

Padahal, jika kubu pemerintah tidak "menyerah" maka CFD  masih bisa mereka manfaatkan untuk kepentingan Politik seperti sebelum-sebelumnya.

Sudah sejak lama masyarakat menginginkan CFD steril dari kegiatan berbau politik. Sayangnya, keinginan itu tidak terkabul karena ketidak tegasan pemerintah, karena kegiatan politis itu dimulai oleh kubu pemerintah itu sendiri.

Berikut jejak digital jauh sebelum #2019GantiPresiden:

Acara  “Kita Indonesia”  yang digelar pada Ahad (4/12/2016) terpantau dipenuhi atribut-atribut partai politik. Padahal pada Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 dinyatakan bahwa kegiatan politik tidak boleh digelar di CFD.


Selain itu, hal lain yang juga disoroti adalah sejumlah tindakan yang dinilai melanggar Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian  Pencemaran Udara.

Atribut Partai Hiasi Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFD

Masih ingat video viral Surya Paloh? kita kita kita kita kita kita kita kita kita kita Indonesia. Ya, orasi itu dilakukan saat Parade Bhinneka Tunggal Ika di CFD.

Massa Parade Bhinneka Tunggal Ika yang tergabung dalam 'Aksi Kita Indonesia' memadati kawasan Car Free Day (CFD) di sepanjang Jl Sudirman hingga Jl MH Thamrin. Massa tampak memakai atribut dari beberapa partai politik. Minggu (4/12/2016).


Massa yang mengerumuni lokasi terlihat memakai kaos partai Nasional Demokrat (NasDem) dan juga membawa bendera partai Golkar. Massa yang memakai atribut partai tersebut tampak berjalan di sepanjang lokasi CFD.

Dilansir dari detikcom, salah satu peserta aksi yang memakai atribut partai NasDem mengaku dirinya mendapat arahan untuk memakai baju partai pada aksi kali ini. Menurut peserta aksi tersebut, ini dilakukannya untuk menunjukkan kehadiran perwakilan dari partai-partai pendukung pemerintah.

"Ya, memang disuruh (partai). Ini acara dari seluruh Indonesia tapi perwakilan saja," kata salah satu peserta aksi yang enggan disebutkan namanya.

Setelah kegiatan yang dengan sengaja membawa dan memakai atribut partai ini apakah pemerintah tegas? Jawabannya tentu TIDAK karena acara ini dilakukan oleh partai pendukung Pemerintah.

Gerakan Nasional Relawan Dukung Jokowi saat CFD


Warga yang tergabung dalam Gerakan Nasional relawan dukung Jokowi, Minggu (22/4/2018) menggelar aksi kumpul KTP sebagai tanda dukungan mereka kepada Jokowi untuk kembali menjadi Presiden lagi di tahun 2019. Aksi tersebut berlangsung di car free day di jalan raya MH Thamrin. Apakah polisi menindak dan membubarkan kegiatan politik tersebut? jawabannya sekali lagi TIDAK.

Nah... Dari sekian banyak pelanggaran yang tidak di tindak itu kemudian gerakan #2019GantiPresiden pun mengikuti jejak para pendahulunya itu. Itu pun hanya mengikuti jalan sehat dengan menggunakan kaos #2019GantiPresiden pada hari minggu (29/4/2018).

Tidak ada atribut partai disana, juga tidak ada nama politisi yang ditulis disana. Terkait tahun 2019, itu memang tahun pemilihan presiden secara konstitusional.

Lucunya, kubu pendukung pemerintah sepertinya terus terusan ingin menggunakan CFD sebagai tempat kampanye mereka. mereka pun juga bergerak dengan menggunakan kaos #diasibukkerja pada hari yang sama.

Hari ini, minggu (6/5/2018) secara mengejutkan terjadi sweeping atribut #2019GantiPresiden dari satpol PP dan Kepolisian, bahkan sebanyak 1.200 potong kaus putih polos disediakan Satpol PP DKI Jakarta untuk acara Car Free Day (CFD) pagi tadi. Niat banget sampai modal kaos polos begitu.


Kasatpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko menerangkan tujuan disediakannya kaus untuk mencegah warga berkaus tagar politik seliweran di area CFD.

"Ada 1.200 kaus di 12 titik yang kami jaga. Setiap titik ada sekitar 100 kaus," terang Yani kepada wartawan di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018).

Terkait adanya kegiatan deklarasi gerakan nasional #2019GantiPresiden, Yani menyampaikan massa yang mengenakan kaus acara itu, sesuai aturan tak boleh melintasi kawasan CFD.

Selain satpol PP pihak kepolisian pun seperti tiba-tiba sadar jika CFD tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik, dimesin pencarian Google banyak sekali himbauan dari pihak kepolisian hari ini. Seolah pergub itu baru hari ini diterbitkan, karena jika sudah lama, kemarin kemana saja?


Terima kasih #2019GantiPresiden telah mengembalikan CFD kepada fungsinya. Semoga tidak adalagi yang memanfaatkan momen "RAMAI" CFD untuk kepentingan Politik.
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.