Header Ads

Gerindra Ungkit Istana Rayu Prabowo Jadi Cawapres Jokowi


[lndonesia.org] - Elite Partai Gerindra merespons koalisi pendukung Joko Widodo yang senang dengan kesiapan maju Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Andre Rosiade menilai, sebenarnya koalisi Jokowi khawatir dengan majunya Prabowo.

"Yang jelas, itu kan bahasa di depan. Kita tahu mereka khawatir hadapi Pak Prabowo. Makanya, dari tahun lalu dari kubu Jokowi melobi Pak Prabowo agar menjadi cawapres," kata Andre, saat dihubungi, Kamis 12 April 2018.

Dia menilai, ajakan agar Prabowo menjadi cawapres, tentunya menunjukkan kekhawatiran koalisi Jokowi. Apalagi, dalam survei, elektabilitas Jokowi 'mentok' hanya 40 persen.

Andre membandingkan sosialisasi antara Jokowi dengan Prabowo yang tak sama. Menurutnya, Jokowi sudah lama memulai dengan tampil di media massa.

"Dari pagi, siang, sore, malam, subuh mukanya (Jokowi) nongol di TV, tapi stuck sudah. Dan, Pak Prabowo memang tertinggal dibanding Jokowi. Tetapi, beliau belum bekerja. Jadi, itu yang disampaikan pendukung Jokowi drama di depan panggung. Di belakang panggung mereka khawatir," kata Andre.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Pratama Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan, deklarasi Prabowo Subianto sebagai calon presiden telah memberikan kepastian sudah ada 'lawan' Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Sehingga, ada kepastian mengenai peta politik ke depan. Dan, itu menggembirakan bagi kami partai-partai pendukung pemerintah," kata Bamsoet di gedung DPR, Jakarta, Rabu 11 April 2018.

Menurut Bamsoet, dengan adanya peta politik tersebut, maka bisa diprediksi juga situasi politik ke depan. "Sehingga, kita bisa melakukan pemetaan dan memberikan prediksi tentang situasi politik ke depan," kata dia. [lo/viva]
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.