Header Ads

Keseriusan Pemerintahan Jaga Persatuan, Bisa Diukur Dengan Dimana Ahok Ditahan


[lndonesia.org] PASCA penolakan Peninjauan Kembali (PK), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tetap diputuskan tidak ditahan di LP Cipinang dengan alasan kapasitas yang sudah penuh dan hukumannya di bawah 5 tahun. Artinya semua kasus terpidana sesudah dia, harusnya juga tidak ditahan di sana, jika memenuhi dua alasan yang sama.

Benarkah demikian yang terjadi? Kalau tidak, maka patut diduga pemerintah dan aparat sebenarnya hanya mencari-cari dalih untuk memberikan "kenyamanan" masa tahanan kepada Ahok.

Keseriusan dimana Ahok ditahan sangat penting bagi publik karena Ahok adalah terpidana kasus penista agama, yaitu kasus yang sangat potensial memecahbelah bangsa dan negara ini. Ketidakseriusan pemerintah dan aparat menghukum secara tegas Ahok menunjukkan ketidakseriusan pemerintah tentang bahayanya tindakan memecahbelah bangsa dan negara.

Menjadi antitesis luar biasa ketika Presiden Jokowi yang pernah sibuk dengan jargon #SayaPancasila, tapi membiarkan pelaku pemecah belah yang berjiwa Anti Pancasila seperti Ahok malah tidak dihukum tegas di tempat yang tegas untuk jadi pembelajaran publik agar tak berulang.

Harusnya bukan Ahok yang tidak ditempatkan di LP Cipinang, tapi sebaliknya sebanyak mungkin tahanan LP Cipinang yang sudah memasuki tahap asimilasilah yang dikeluarkan dan dipindahkan ke Rutan Mako Brimob sehingga Ahok bisa ditempatkan dengan tegas di LP Cipinang. Tidak boleh ada pengistimewaan kepada Ahok. Apalagi dengan tindakannya mengajukan langsung ke tahap PK menunjukkan bahwa yang bersangkutan memang tidak pernah merasa bersalah dengan perilakunya yang menghina agama dan menggiring ke potensi perpecahan kerukunan antar umat beragama.

Tidak cukup sampai di sini, malah ada kekonyolan baru dengan munculnya pihak yang memberikan saran sebaiknya Presiden Jokowi memberikan grasi kepada Ahok. Jika saran ini didengar dan dilakukan oleh Jokowi, maka bukan diduga lagi, tapi langsung dapat disimpulkan bahwa Jokowi selama ini memang berpihak kepada Ahok dan tidak perduli dengan penistaan yang dilakukan Ahok. Artinya semakin jelas bahwa Jokowi memang tidak pantas menjadi presiden.

Tentu kita semua berharap dan masih berpikir, rasanya tidak mungkin hal ini dilakukan Jokowi yang masih berhasrat berkuasa dua periode. Menyegerakan Ahok ditahan di LP Cipinang justru akan lebih menunjukkan keseriusan Jokowi tentang bangsa ini memang tegas menjaga persatuan dan tidak akan bubar dalam waktu dekat atau lama. [rmol]

Penulis adalah Direktur Eksekutif Strategi Indonesia
Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.