Header Ads

Bunga pinjaman OK OCE Dinilai Besar, Ini Kata Sandiaga..


[lndonesia.org] Jakarta - Program One Kecamatan One CenterEntrepreneurship (OK OCE) Pemprov DKI Jakarta dikritik karena memberlakukan bunga pinjaman modal usaha melalui Bank DKI terlalu tinggi yaitu 13 persen. Tingginya bunga ini dinilai memberatkan pengusaha.

Dilansir dari Merdeka.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno menyampaikan sebelumnya Bank DKI tak memiliki program perkreditan untuk pelaku UMKM. Pemberian akses modal usaha baru diberlakukan belakangan ini.

"Karena memang Bank DKI tidak berkonsentrasi di bidang usaha kecil sebelumnya dan baru mulai masuk untuk memberikan akses kepada usaha kecil dan usaha mikro dan sekarang tumbuh berkembang. Kita akan melihat akses yang diberikan Bank DKI untuk permodalan akan semakin meningkat pesat di tahun-tahun mendatang," jelasnya, dikutip Merdeka, Rabu (10/1).

Sebelumnya Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim menyampaikan ia telah menanyakan langsung ke Bank DKI soal bunga pinjaman modal usaha ini. Dari sana ia mengetahui bahwa bunga pinjaman yang ditetapkan sebesar 13 persen dari nilai pinjaman.

Berdasarkan koordinasinya dengan Dirut Bank DKI, Sandi mengatakan saat ini Bank DKI tengah memperbaiki sistem dan melihat tingkat pertumbuhan kredit mikronya yang sangat pesat.

"Berkaitan dengan suku bunga itu B to B (business to business) tetapi yang dirasakan oleh pengusaha kecil ini malah Alhamdulillah banget karena selama ini mereka bisa membayar 25-30 persen per bulan. Jadi ini adalah masalah akses yang diperbaiki," paparnya.

Sandi mengatakan salah satu aspek dari program OK OCE ialah memfasilitasi dan memudahkan akses permodalan khususnya untuk pengusaha UKM, pengusaha mikro, pengusaha pemula, pengusaha perempuan hebat, dan perempuan mandiri.

Selama ini banyak pengusaha yang tidak bisa mendapatkan pinjaman baik dari perbankan maupun industri pembiayaan yang lain karena dinilai tidak bankable. Program ini hadir untuk mempermudah hal itu.

"Program OK OCE dan gerakan OK OCE ingin menghasilkan satu terobosan baru menghadirkan akses permodalan pada para pengusaha pemula. Skemanya adalah memfasilitasi," jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah menggodok skema kredit untuk pengusaha perempuan oleh industri pembiayaan. Pihaknya telah menjajaki kerjasama dengan Permodalan Nasional Madani.

"Kami rencananya akan melakukan kerjasama lebih erat lagi karena Permodalan Nasional Madani menargetkan skema kredit khusus kepada ibu-ibu, kredit untuk emak-emak yang menjadi pengusaha. Dan kemarin kita sudah datangi tempatnya di Johar Baru," jelasnya.

Ia mengklaim ada sekitar 60 ribu sampai 70 ribu ibu-ibu dan pengusaha perempuan tersentuh layanan program yang terintegrasi dengan gerakan dan program OK OCE. [lo/mdk]

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.