Header Ads

Berstatus Saksi Kasus Korupsi, Ganjar Merasa Terkena Kampanye Hitam


[lndonesia.org] Jakarta - Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui bahwa saat ini, kampanye hitam terhadap dirinya sudah mulai digencarkan.

Dilansir dari Rakyat Merdeka, Kampenye hitam itu terkait statusnya sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek pengadan KTP elektronik. Namun, politisi PDI Perjuangan itu tidak khawatir dengan serangan tersebut, sebab ia merasa sama sekali tidak ikut menerima aliran dana dari koripsi proyek yang telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun.

"Tapi kejujuran tidak korupsi itu bisa ditunjukkan, fitnah apapun bisa dicapai," ujarnya saat konferensi pers di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/1).

Lebih lanjut pasangan dari calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen meminta masyarakat untuk menelusuri tudingan yang disebar dalam kampanye hitam terhadap dirinya.

Sebab, menurut Ganjar tidak ada satupun dari ucapan para penyebar kampanye hitam yang bisa dibuktikan. Apalagi dirinya salah satu aktivis yang ikut menyukseskan agenda pemberantasan korupsi.

"Ada nggak bukti-bukti yang kemudian bisa menunjukkan itu. Pokoknya kalau sudah punya program pemberantasan korupsi jangan pernah mundur karena anda akan dihajar dengan itu juga," ujarnya.

Ganjar mengingatkan kepada semua pihak untuk berpolitik dengan sportif dengan tidak menggunakan black campaign.

"Saya ingin ajak adalah kita boleh membuat kampanye apapun, tapi kalau boleh jangan black campaign, negatif campaign boleh, kalau negatif campaign kita akan mempositifkan siap berdebat," pungkasnya.

Di Pilgub Jateng, Ganjar berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen. Mereka diusung oleh koalisi Partai Nasdem, PDIP, PPP dan Partai Demokrat.

Mereka nantinya akan berhadapan dengan pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziah yang diusung oleh Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Amanat Nasional (PAN). [lo/rmol]

Loading...
loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.