Header Ads

Disaat Denny Siregar Masih Nyinyir, Peserta Aksi Sudah Kumpulkan Donasi Bencana


[lndonesia.org] - Berbagai tudingan miring dialamatkan kaum pesimis kepada Reuni Akbar 212. Mulai tudingan sebagai aksi politis, aksi bayaran, aksi arogansi unjuk diri kelompok Islam radikal, dan lain-lain. Namun tak satupun tudingan itu terbukti.

Setelah reuni akbar, masih juga ada suara sumbang yang menyebut acara ini tak toleran pada saudara yang sedang mengalami musibah banjir, tanah longsor dan gunung meletus.

Salah satu kaum pesimis yang nyinyir itu adalah Denny Siregar, yang mengatakan ada kelompok yang hanya buang buang uang hanya supaya eksis dan kelihatan besar.

Ia juga mengatakan tidak sedikitpun punya kepedulian terhadap sesama, dalam otak mereka hanya ada politik dan politik. LAIN TIDAK ADA!

berikut tulisannya.

212, MISI YANG GAGAL TOTAL

Apa yang tertinggal dari reuni 212 di Monas barusan ?

Tidak ada. Selain kebanggaan semu yang hilang bersama capek, masuk angin sampe kentut2an.

Misi yang niatnya ingin menjatuhkan nama Jokowi dengan tekanan massa dan tudingan "kriminalisasi ulama", asli gagal total. Uang 4 milyar rupiah - kalau benar 4 milyar - terbuang percuma. Mubajir.

Disaat saudara2 kita di Bali, di Jateng dan beberapa daerah lain membutuhkan bantuan akibat bencana alam, ada kelompok yang buang2 uang hanya supaya eksis dan keliatan besar.

Mungkin itu maksud tersembunyi Tuhan.

Satu sisi dihadirkan bencana, sisi lain membuka borok orang2 yang mengatas-namakan agama tapi tidak sedikitpun punya kepedulian terhadap sesama. Dalam otak mereka hanya ada politik dan politik. Lain tidak ada.

Orang2 yang berkumpul di Monas itu juga yang teriak2 "Save Rohingya !!" sebuah negeri nun jauh disana. Tapi tidak berniat sedikitpun membantu saudara sebangsa ketika mereka sedang benar2  kesulitan. Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut dalam celana berasa..

Berapa yang bisa dihasilkan dengan uang 4 milyar rupiah itu ?

Beras ratusan ton. Ribuan selimut. Ribuan kardus Indomie. Ribuan lusin pakaian. Bahkan bisa membangun ratusan rumah sementara supaya para pengungsi yang kebanjiran, rumahnya kena longsor sampai para pengungsi, bisa menetap sejenak.

Tapi mereka berpikir kesana pun tidak. Malah memamerkan uang di media sosial, sebagai pernyataan bahwa mereka datang dengan tidak dibayar. Apa yang mau mereka ceritakan kepada anak cucu mereka nanti ? Bahwa bapak dan ibu dulu pernah ada di Monas sambil kepanasan ?

Benarlah apa yang dikatakan Alquran kepada umat 212 itu, "Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya." Mereka seolah membela agama, tapi tidak sadar bahwa mereka telah merusaknya dengan tidak membantu sesama.

Karena malu bahwa aksi itu gagal total, propaganda melalui media sosial pun berkibar. "Yang datang 7,5 juta orang !" Teriak mereka. Harus teriak begitu supaya donatur tidak kecewa, meski donatur juga gak bego2 amat untuk tidak tahu apa2.

Kasian sebenarnya melihat saudara2ku seiman itu. Mereka diperbudak oleh kepentingan sesaat para arogansi berbaju gamis yang punya syahwat berkuasa jika ada kesempatan.

Mending kalian minum kopi sama saya sini, sambil bercerita tentang indahnya ajaran Nabi Muhammad dulu di masa arab jahiliyah yang membuat para pembencinya pun takluk dan kemudian ikut dalam barisan karena kecintaan akan ahlak beliau, bukan karena beliau suka koar2 menghujat sana sini dengan bahasa kasar..

Jadi gimana nih ? Kopinya mau diseruput atau di minum pake sedotan ?

Ternyata, disaat Denny Siregar masih nyinyir.. peserta reuni sudah mengumpulkan donasi untuk korban bencana di tanah air.

Dilansir dari Kumparan, Massa reuni 212 mengumpulkan sumbangan. Beberapa orang dengan seragam putih menebarkan sorban di beberapa titik keluar Monas. Massa antusias memberikan uang mereka dengan memasukkannya ke dalam sorban.

Sabtu (2/12) siang, saat acara berakhir, memang diumumkan bahwa sumbangan itu akan digunakan untuk acara yang lain dan untuk umat Islam, serta korban bencana alam.

Tak sedikit massa yang merangsek ke tempat orang yang mengumpulkan sumbangan, sengaja untuk memberikan uang mereka.

"Buat umat," kata seorang pria sambil berlalu.

Berikut videonya:




loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.