Header Ads

Setya Novanto Tangkapan Besar, Sekali Sikat, DPR dan Golkar Tercoreng


[lndonesia.org] - Sekali dayung dua tiga pulau terlewati, atau yang lebih ekstrim lagi sekali tepuk tiga nyamuk mati. itu lah mungkin istilahnya untuk menggambarkan penangkapan Setya Novanto. Sekali tangkap, lembaga terhormat DPR dan Partai Golkar akan tercoreng karena Setnov adalah ketua DPR dan Ketua Partai Pohon Beringin terbesar di Republik ini.

Ini bukan hanya pukulan telak bagi DPR dan Golkar, tapi juga merupakan pukulan telak bagi mereka yang selalu berkoar koar SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA yang merasa paling punya NKRI dan merasa paling toleran.

Dari twitnya Setnov, terlihat Ia menuliskan Mari kita teguhkan komitmen utk menghayati, menjaga dan mengamalkan Pancasila dlm kehidupan. #pekanpancasila #sayaindonesia #sayapancasila pada tanggal 1 Juni 2017.



Besarnya pertaruhan membuat Setnov sangat licin dan sukar untuk ditangkap. Bayangkan, KPK dan pihak kepolisian lebih dari tiga jam dirumah Setnov tapi tidak ada satupun yang mengetahui keberadaannya, bak hilang ditelan bumi.

Drama ini pun belum berakhir, jika dalam 24 jam Setnov tidak menyerahkan diri maka akan diterbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) alias menjadi Buronan.

Jika itu terjadi, maka coreng itu akan semakin dalam dimana ketua DPR dan ketua umum Partai Golkar menjadi seorang BURONAN. itu bukan hanya berdampak kepada politik tanah air, tetapi juga akan menjadi perhatian Dunia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sampai menuding ada orang kuat dinegara ini yang membuat KPK sampai berani datang untuk menjemput paksa Setnov.

"Kalau ada yang berani jemput paksa Setya Novanto itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini sehingga aparat kepolisian khususnya mau saja ikut ikutan merusak lembaga negara," kata Fahri tadi malam.(15/11).

Fahri menambahkan, kalau salah satu lembaga menghormati lembaga lain maka tidak terjadi situasi seperti saat ini, yang seolah-olah negara sedang genting. Padahal, kata dia, kondisi Indonesia normal-normal saja.

Fahri juga sempat menyinggung perkara dugaan korupsi lainnya, yang terduga pelakunya telah menyandang status tersangka selama sekitar dua tahun dan dugaan kerugian negara sejumlah uang, tapi sampai saat ini belum diproses.

Drama ini sudah dimulai, dan tidak ada jalan untuk kembali, Rakyat sedang menantikan dan tidak sabar untuk menyaksikan bagaimana endingnya. KPK akan habis habisan untuk menjaga marwah KPK, begitu juga dengan DPR dan Partai Golkar mereka juga akan mati matian menjaga marwah lembaga dan partai mereka. Akankah Setya Novanto menyerahkan diri? ataukah KPK akan menerbitkan DPO? kita tunggu saja kelanjutannya. [lo]

Baca Juga: Setya Novanto Alami Kecelakaan


loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.