Header Ads

Gagal Move on: Diundang Pesta Disoraki, Diundang Pidato di Walk Out


[lndonesia.org] - Sepertinya para pendukung Ahok masih belum terima akan kekalahan BTP dari Anies Baswedan di Pilkada DKI. Masih banyak dari mereka masih belum bisa move on. Fenomena ini terlihat jelas ketika Anies Baswedan menghadiri undangan nikahkan anak Jokowi Kahiyang-Bobby beberapa hari yang lalu dan acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada hari Sabtu (11/11/2017).

Gagal Move on yang pertama adalah pada saat Anies menghadiri Pernikahan putrinya Jokowi. Beginilah cara mereka memperlakukan tamu yang memenuhi undangan.

Dilansir dari Merdeka.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri akad nikah Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Graha Saba, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11) pagi. Dia tiba di lokasi sekitar pukul 7.45 WIB. Anies yang mengenakan jas hitam dan kemeja putih serta dasi merah nampak serasi dengan Fery Farhati Ganis sang istri yang mengenakan kebaya merah.

Anies tiba dengan menumpang bus dari Stadion Manahan bersama tamu undangan lainnya. Saat turun menggandeng istrinya, Anies langsung mendapatkan teriakan dari sejumlah orang yang memadati depan Graha Saba Buana. Kebanyakan ibu-ibu.

Teriakan 'huuuuuuu' dari ibu-ibu itu justru disambut senyum lebar mantan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Kabinet Kerja tersebut.

Anies bahkan berhenti cukup lama dan membalas teriakan para relawan dengan lambaian tangan dan senyuman.

Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Anies. Dia kemudian berbaur dengan undangan lainnya menuju ruang resepsi pernikahan Kahiyang-Bobby.

Yang kedua, Aksi walk out terjadi ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato pembukaan acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/11).

Bayangkan, kita diundang tapi kita dipermalukan, parahnya lagi itu dilakukan oleh salah seorang alumni penerima penghargaan.

Anies mengaku menerima sikap yang ditunjukkan hadirin terhadap dirinya saat berpidato.

"Saya menghormati perbedaan pandangan dan saya memberikan hak kepada siapa saja untuk mengungkapkan dengan caranya. Bagian kami adalah menyapa semua, mengayomi semua, Jadi, itu tanggung jawab saya sebagai gubernur," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/11).

Berikut tanggapan netizen atas peristiwa GAGAL MOVE ON tersebut.

Kejadian tersebut sungguh memalukan dan mencoreng nama Kolose Kanisius sebagai sebuah lembaga pendidikan yang sudah berusia 90 tahun, yang sudah melahirkan orang orang hebat.

Ternyata dalam acara yang justru Anada Sukarlan dianggap sebagai orang hebat dari lulusan Kolose Kanisius ternyata hanya hebat dalam musik tetapi tidak dalam sikapnya, tidak dalam hatinya dan tidak dalam tindakannya.

Ternyata orang yang disebut sebut hebat itu jiwanya kerdil, pikirannya cupet, dan sanggup melakukan tindakan yang sangat tidak terpuji di hadapan orang banyak.

Ini adalah sebuah tamparan bagi Kolose Kanisius karena tentu disanalah orang ini sempat belajar padahal saya yakin bahwa nilai nilai yang diajarkan oleh sekolah Kanius adalah nilai nilai yang baik sesuai dengan ajaran agama Katolik.

Sekolah sekolah Katolik mempunyai misi melahirkan insan insan selain berprestasi adalah juga berkepribadian. Hebat dalam ilmu pengetahuan bukanlah satu satunya tujuan pendidikan Katolik.

Dia berbicara “Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan’, adalah suatu penghinaan terhadap intelek kita yang seakan-akan dianggapnya bodoh, tidak paham mana statement politik, mana suara hati nurani dan nilai kemanusiaan,” tukasnya.

Apa maksud Ananda Sukarlan ini dengan tidak ngomong politik padahal dirinya saat itu jelas berpolitik. Jelas sikap politiknya yang mungkin berseberangan dengan Anies Baswedan dia ungkapkan dengan cara yang sangat vulgar. Maaf bung, anda tidak sedang berhadapan dengan budaya Barat , anda berada di depan orang orang Indonesia. Kami akan ikut berbangga terhadap anda sebagai orang Indonesia yang ikut mengharumkan nama bangsa tetapi juga diikuti dengan sikap sebagai orang Indonesia yang santun dan berbudaya Timur.

Perbedaan politik janganlah dibawa dalam forum pendidikan dan kebudayaan yang seharusnya justru mempersatukan kita semua sekalipun agamanya berbeda, rasnya berbeda dan pilihan politiknya berbeda.

So buat saya bung Anda Sukarlan, you are NOTHING !!!!

Agnes Marcellina Tjhin

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.