Header Ads

Pulang dari Rumah Sakit, Setya Novanto Langsung Aktif di Partai


JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto baru pulang dari rumah sakit Senin pekan lalu setelah dirawat selama kurang lebih tiga pekan. Sepulangnya dari rumah sakit, Novanto langsung aktif di sejumlah kegiatan rapat.

Sejumlah kegiatan yang sudah diikuti Novanto misalnya pertemuan internal bersama DPD I se-Indonesia pada Jumat (6/10/2017) lalu di bilangan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat DPP Partai Golkar, Roem Kono menuturkan, kondisi kesehatan Novanto saat itu belum sepenuhnya pulih.

"Jumat malam ya. Ketua umun masih dalam keadaan kurang sehat tapi karena ini permintaan dan undangan dari para Ketua DPD 1," ujar Roem di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Dalam suasana yang cukup akrab tersebut, kata Roem, Novanto juga menjelaskan situasi dan kondisi partai serta sejumlah kebijakan yang diambil dalam rangka konsolidasi partai.

Di samping itu, Novanto juga menerima keluhan-keluhan dari daerah. Keluhan yang disampaikan menyangkut keorganisasian di daerah hingga revitalisasi kepengurusan.

"Ketua umum menjelaskan itu bahwa revitalisasi memang sudah menjadi rencana lama, bukan sekarang," tutur Roem.

Novanto juga akan mengumumkan susunan kepengurusan baru hasil revitalisasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, susunan tersebut akan diumumkan dalam satu atau dua hari ke depan.

Kesibukan Novanto di kegiatan partai akan dilanjutkan pada rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Golkar. Pada 19 Oktober Golkar akan melangsungkan seminar kebangsaan. Rangkaian acara berlanjut pada 20 Oktober, yakni acara ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan upacara serta tumpengan bersama anak yatim.

"Ketum pasti hadir. Dia inspektur upacara," kata Idrus.

Puncak perayaan HUT Golkar akan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

"Puncak HUT dilakukan di Makassar. Kami perkirakan tanggal 28, 29," kata dia.
Namun, kemudian Marliem mendapat peringatan dari sesorang di Indonesia untuk tidak memberi informasi pada KPK.

Sumber

loading...

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.